Langkah Implementasi UAS Keamanan Sistem Informasi

1. Implementasi Web Server 

Simpan Folder Jasa di AppServ>www

Buka localhost/phpmyadmin untuk membuat database> login dengan root > Go

Untuk Membuat Database Klik New > ketik nama database nya ( disini saya berikan nama Database : jasa) > klik Create



Klik Import  > Choose file > Masukan File .sql yang ada di folder jasa> database > jasa.sql



Klik Go

File jasa.sql berhasil di import

untuk membuka Browser , Sesuaikan dulu file koneksi.php > save

open Browser > ketik localhost/jasa


http://localhost/jasa/ berhasil dibuka


2. Membuat Virtual HardDisk Ukuran 15GB di Virtualbox untuk Server 2003

Pertama, buka aplikasi Oracle VirtualBox Manager. Pada daftar mesin virtual, pilih mesin virtual bernama server2003 yang masih dalam keadaan Powered Off. Setelah itu, klik menu Settings untuk membuka pengaturan mesin virtual.




masuk ke menu Storage. Pada bagian ini terlihat beberapa media penyimpanan yang sudah terpasang, seperti file hard disk utama server2003.vdi, hard disk tambahan, serta file ISO VBoxGuestAdditions.iso. Untuk menambahkan hard disk baru, klik ikon Add Hard Disk pada controller IDE.



Setelah tombol Add Hard Disk diklik, muncul jendela Hard Disk Selector. Pada jendela tersebut, pengguna dapat memilih hard disk yang sudah tersedia atau membuat hard disk baru. Karena pada praktik ini akan dibuat hard disk baru, maka dipilih tombol Create.




Pada jendela Create Virtual Hard Disk, ditentukan lokasi penyimpanan file hard disk dan ukuran hard disk. File virtual hard disk diberi ukuran 15 GB. Pada bagian tipe file hard disk, dipilih format VHD (Virtual Hard Disk). Setelah pengaturan selesai, klik tombol Finish untuk menyimpan konfigurasi hard disk baru.





Setelah hard disk berhasil dibuat, file yang baru dibuat muncul pada daftar hard disk. Pilih file tersebut, lalu klik tombol Choose  agar hard disk baru terpasang ke mesin virtual. 


Setelah kembali ke menu Storage, terlihat bahwa server2003_8.vhd sudah terpasang pada controller IDE. Kemudian klik OK untuk menyimpan seluruh pengaturan.




Setelah konfigurasi selesai, jalankan mesin virtual dengan menekan tombol Start.


Untuk mengatur hard disk baru di dalam sistem operasi, klik kanan pada ikon My Computer, lalu pilih Manage.





Pada jendela Computer Management, pilih menu Disk Management. Sistem kemudian menampilkan jendela Initialize and Convert Disk Wizard  karena hard disk baru belum dikenali oleh Windows Server 2003. Klik Next untuk melanjutkan proses inisialisasi.





Pada tahap Select Disks to Initialize, pilih disk baru yang terdeteksi sebagai Disk 2. Setelah itu, klik Next


Pada tahap berikutnya, disk dipilih untuk dikonversi menjadi Dynamic Disk. Kemudian klik  Next sampai muncul halaman konfirmasi. Setelah itu, klik Finish untuk menyelesaikan proses inisialisasi dan konversi disk.


Setelah proses selesai, Disk Management menampilkan Disk 2 dengan kapasitas sekitar 15 GB dalam kondisi Unallocated. Artinya, hard disk sudah terdeteksi oleh sistem, tetapi belum memiliki partisi atau volume yang dapat digunakan.

Untuk membuat volume baru, klik kanan pada area Unallocated, lalu pilih New Volume.



Pada jendela New Volume Wizard, klik Next untuk memulai proses pembuatan volume.



Pada tahap pemilihan disk, sistem menampilkan kapasitas maksimum yang tersedia, yaitu sekitar 15359 MB. Kapasitas tersebut digunakan seluruhnya untuk membuat volume baru. Setelah itu, klik Next.



Pada pilihan tipe volume, pilih Simple karena hard disk yang digunakan hanya berasal dari satu disk. Setelah itu, klik Next.


Selanjutnya, tentukan drive letter untuk volume baru. Pada praktik ini, volume baru diberi drive letter F: agar mudah dikenali di Windows Explorer. Setelah drive letter ditentukan, klik Next untuk melanjutkan proses format dan penyelesaian volume.


Beri nama pada Volume label, disini saya diberi nama MyData, lalu Next


Klik Finish



Buka MyComputer > VHD sudah terbuat dengan total size 15GB


Untuk membuat folder, Open Hardisk tersebut klik kanan > new > folder > ketik nama folder nya


Folder berhasil dibuat

3. Membuat Nama database dengan (nama anda) dan Import database .sql


New > ketik nama database nya> Create


Klik Import> klik Choose File


klik file .sql> open


Klik Go


File .sql berhasil di import 


Untuk Membuka browser Sesuaikan dulu file koneksi.php > ubah nama database nya sesuai yang dibuat 

4. Mengubah Enkripsi Password & login menggunakan algoritma MD5


Klik database ( yusiandini) > pilih tabel user


Klik Edit


Pada bagian Password Pilih MD5


Ubah Passsword yang akan digunakan untuk login, bisa ubah Username dam memberikan Nama
> Go
 
Database berhasil di Ubah


Login Menggunakan Username & Password yang telah di Ubah


Admin Berhasil Login


5. Modifikasi Halaman Beranda web melalui file index & Proteksi file index


ubah Nama Anda menjadi Yusi Andini > Save

 
Nama Anda Sudah Berubah Menjadi Yusi Andini

Untuk Proteksi Buka cmd pada folder jasa


Ketik perintah ATTIB +R index.php ( file yang diproteksi)


Jika berhasil Di proteksi maka file tidak dapat di ubah karena hanya Read - Only








Komentar